Gratis Segala-Galanya untuk Anak Tidak Mampu

originals.id – Sekolah yang didirikan Euis, baik yang di Tasikmalaya, Jombang, maupun di belakang Plaza Bintaro, berfokus pada Pendidikan Usia Dini (PAUD). Kurikulum yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan anak. “Karena itu saya dan tim pengajar ikut pelatihan dan kurus untuk pembinaan PAUD,” ujar ibu dari Zenitha F. Ratuningtyas (20) dan Indri Maheswari (13) ini. Walau menggunakan sistem yang unik, tapi tujuannya tetap sama, yakni membuat anak mau belajar, bersekolah, mengasah perkembangan anak, dan mempersiapkan anak masuk SD.

Bagi anak-anak yang masuk SD pun tetap dibantu dan dibiayai, serta terus dilakukan pendampingan. Hal ini dimaksudkan supaya mereka konsisten untuk sekolah, tidak kembali lagi ke jalan. Keunikan lainnya, di sekolah yang dinamai Taman Indira ini, semuanya gratis: anak-anak mendapat seragam sekolah yang bagus dan gratis, begitu pun peralatan tulis dan buku-bukunya. Malah anak-anak setiap hari disediakan snack gratis, juga makan sehat gratis.

“Hal ini untuk memancing mereka mau semangat bersekolah dan tidak ada pembeda status sosial di antara mereka,” terang istri dari Ir. Cailendra Gautama (45) ini, Tak hanya anak yang mendapat ilmu, ibu-ibu mereka yang menunggu seharian di sekolah pun diberikan pelatihan keterampilan oleh Euis. Tak lain agar ibu-ibu ini memiliki kesibukan positif selama menunggui anaknya, “Syukur-syukur hal tersebut bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian keluarganya,” harap Euis.

“Kita Yang Butuh Mereka“

“Apa yang saya buat ini mendapat dukungan penuh dari keluarga besar, suami, apalagi anak-anak. Malah teman-teman dekat, juga beberapa warga di lingkungan sekolah ikut menjadi volunteer,” papar Euis. Mungkin karena banyak yang membantu, Taman Indira hingga sekarang tidak pernah mengalami masalah yang berarti dalam keuangan, termasuk untuk biaya operasional sehari-hari.

Untuk pengajar, walau tidak digaji, mereka konsisten menjadi guru setiap hari. Mereka pun bukan guru sembarangan, paling tidak mereka sudah tahu bagaimana mengajari anakanak dan mengetahui tumbuh kembang anak usia dini. Anak-anak Euis sendiri, juga teman-temannya, jika ada waktu, apalagi sedang libur akan dengan senang hati menjadi volunteer.

“Saya berharap dengan melibatkan anak-anak, mereka bisa banyak belajar secara langsung mengenai dunia nyata, empati, dan banyak lagi hal lainnya.” Dengan seperti ini, papar Euis, anak-anaknya akan paham kenapa dirinya selalu mengatakan, “Kita yang butuh mereka, bukan sebaliknya.”